![]() |
| Gambar ilustrasi imbauan waspada penipuan panggilan telepon hening (tanpa suara) yang dapat mencuri identitas penting di handphone, Ist. Indonesia Terbit |
Tangerang, Indonesia Terbit – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau warga agar selalu waspada terhadap modus penipuan baru yang disebut “telepon hening”.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan modus ini dilakukan pelaku dengan menelepon korban tanpa berbicara sama sekali.
Keheningan sengaja dibuat agar korban bicara lebih dulu sehingga suaranya dapat direkam
Rekaman tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) untuk meniru suara korban atau voice cloning.
“Kami meminta warga Kota Tangerang untuk lebih berhati-hati. Keheningan saat kita mengangkat telepon dari nomor asing bukan sekadar gangguan jaringan, melainkan taktik pelaku untuk merekam sampel suara kita," jelas Mugiya.
"Dengan teknologi AI, rekaman singkat itu bisa diolah menjadi kloning suara yang identik untuk menipu orang-orang terdekat,” tambahnya.
Jika sudah terlanjur mengangkat dan berbicara, langkah terbaik adalah :
- Segera mengedukasi kontak terdekat.
- Beritahu keluarga dan kerabat agar berhati-hati bila ada permintaan aneh yang mengatasnamakan korban.
Untuk mencegah menjadi korban, Diskominfo membagikan lima langkah protokol “Silent First”:
1. Jangan langsung bicara saat mengangkat telepon dari nomor asing. Biarkan penelepon berbicara lebih dulu.
2. Hindari mengucapkan kata seperti “iya”, “halo”, atau “siapa ini?” berulang kali.
3. Terapkan aturan 3–5 detik Jika tidak ada suara, segera tutup dan blokir nomor tersebut.
4. Gunakan aplikasi identifikasi nomor untuk mengecek apakah nomor terindikasi spam atau penipuan.
5. Siapkan kata sandi keluarga untuk verifikasi jika ada panggilan mencurigakan yang mengaku kerabat.
Diskominfo menegaskan, kewaspadaan warga menjadi kunci utama mencegah penyalahgunaan teknologi AI untuk tindak penipuan.
Kontributor : Yudha
