![]() |
| Pertemuan Rutin Bulanan Kelompok Self Help Group Cendrawasih, Ist. Indonesia Terbit |
Tangerang, Indonesia Terbit – Kelurahan Karawaci Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang kembali menggelar pertemuan rutin bulanan Self Help Group (SHG) Cendrawasih di Aula Posyandu Kelurahan Karawaci Baru, Senin (27/4/2026).
Dalam giat kali ini, Kelurahan Karawaci Baru berkolaborasi dengan Lembaga Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta yang sejak 1982 berfokus pada isu disabilitas dan kesehatan mental.
Lila Pandia, perwakilan Infokom Lembaga Pusat Rehabilitasi YAKKUM, mengatakan kegiatan ini bertujuan agar kelompok SHG Cendrawasih dapat saling mendukung, terutama dalam pengembangan mental dan keterampilan anggota.
"Saya bersama tim Lembaga Pusat Rehabilitasi YAKKUM ingin menyampaikan bentuk keterampilan dan support tentang informasi semua kegiatan mandiri dari setiap anggota SHG Cendrawasih untuk bisa membangun semua peluang yang ada," jelasnya.
Lila juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah. "Kami selaku Lembaga Pusat Rehabilitasi YAKKUM sangat mengapresiasi support pemerintah daerah dan kota, segala bentuk komitmen membantu kaum disabilitas untuk mendapatkan kesetaraan di lingkungan masyarakat," tambahnya.
Ia berharap SHG Cendrawasih dapat menjadi contoh. "Kami berharap SHG Cendrawasih ini bisa mendunia dan menjadi contoh serta inovasi yang bisa kita tampilkan di seluruh tingkat kabupaten dan kota lainnya, dan juga menjadi motivasi bagi SHG tingkat provinsi," harapnya.
Lurah Karawaci Baru Endang Suardi, http://S.Sos menyampaikan dukungan moril terus dilakukan mengingat pentingnya peran semua pihak dalam mengapresiasi usaha kaum disabilitas.
"Peran serta Pemkot Tangerang sudah sangat mendukung dan memberikan ruang bagi kaum disabilitas dalam kebutuhannya, memberikan pembekalan ilmu pengetahuan agar kaum disabilitas dapat mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, memberikan wadah atau komunitas yang saling sinergi dan akhirnya mereka dapat mandiri bekerja dan berkarya," pungkasnya.
"Dengan adanya keterbatasan fisik tidak mengganggu kekuatan mental kaum disabilitas, karena tidak ada apapun yang sempurna selain diri sendiri yang menyempurnakan sehingga dapat bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, juga Nusa dan Bangsa," tutupnya.
Kontributor : Yudha
