MPR Kutuk Keras Serangan Israel Yang Gugurkan Tiga Prajurit TNI

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani sewaktu jumpa pers di Gedung Nusantara 3, Ist. Indonesia Terbit 

Jakarta, Indonesia Terbit - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah bertugas menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.

Ketiga prajurit TNI itu adalah Praka Farizal Romadhon (gugur pada 29 Maret 2026), Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan (masing-masing gugur pada 30 Maret 2026).

Muzani menyerukan PBB segera menggelar sidang untuk menyelidiki dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel

"Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak PBB segera menggelar sidang untuk menyelidiki dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel,” tegasnya.

MPR juga mengusulkan pemerintah memberi penghargaan kepada anggota TNI yang gugur dan terluka, serta keluarga yang ditinggalkan.

Dalam pernyataannya, Muzani menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI dalam misi tersebut merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. 

MPR juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta prajurit lain yang mengalami luka dalam serangan tersebut.

Atas insiden tersebut, Pemerintah Indonesia diminta untuk segera menarik seluruh pasukan TNI yang saat ini masih bertugas di Lebanon Selatan.

“MPR mengusulkan kepada pemerintah Indonesia untuk menarik pasukannya dari misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan, karena daerah tersebut membahayakan bagi keselamatan anggota TNI,” ujar Muzani.

Pernyataan itu disampaikan pada jumpa pers di Gedung Nusantara 3, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3) kemarin, yang dihadiri Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Lestari Moerdijat, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman. 


Kontributor : Yudha

Post a Comment

Terimakasih sudah memberikan komentar anda

Lebih baru Lebih lama