BPJS Hingga Infrastruktur Masih Jadi Keluhan Warga di Tanah Tinggi

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana sewaktu melangsungkan Reses ke Dua Masa Sidang 2025-2026, Ist. Indonesia Terbit 

Tangerang, Indonesia Terbit - Warga Tanah Tinggi, Kota Tangerang, masih menghadapi beberapa masalah terkait akses BPJS dan infrastruktur lingkungan. Hal ini terungkap dalam kegiatan reses kedua DPRD Kota Tangerang masa sidang 2025-2026 di RW 06, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Sabtu, 28 Maret 2026.

Wakil Ketua DPRD Andri S Permana menekankan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan instrumen penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. 

Andri berkomitmen untuk mendorong percepatan penyelesaian persoalan yang selama ini belum terakomodasi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan pembangunan lingkungan.

"Masukan dari warga ini akan menjadi bahan konkret untuk kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran maupun kebijakan di DPRD. Tidak boleh ada aspirasi yang berhenti di forum saja, harus ditindaklanjuti," ujar Andri.

Ketua RW 06 Kelurahan Tanah Tinggi, Ujang Anwar, mengungkapkan bahwa masalah BPJS, drainase, dan kondisi jalan lingkungan yang rusak masih menjadi keluhan utama warga. Ia juga menyoroti bahwa sejumlah usulan pembangunan yang diajukan melalui Musrenbang belum terealisasi.

"Keluhan masyarakat itu soal BPJS, terus drainase, sama paving block. Masih banyak jalan yang rusak dan belum ada penyelesaiannya sampai sekarang," kata Ujang.

Ujang juga menyoroti bahwa rendahnya pemahaman masyarakat terkait BPJS turut menjadi kendala tersendiri. Banyak warga yang belum memahami perbedaan maupun manfaat program BPJS secara menyeluruh.

"Warga itu masih minim pengetahuannya soal BPJS. Informasinya belum sampai dengan baik," ujarnya.

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Hari Dwi Marwoko, menyampaikan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait program perlindungan pekerja. Ia menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi pekerja, termasuk risiko kecelakaan kerja hingga kematian.

"Selama ini masyarakat cenderung hanya tahu BPJS Kesehatan, padahal ada BPJS Ketenagakerjaan dengan manfaat yang berbeda," kata Hari.

Hari menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah mengalokasikan anggaran untuk membantu iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

"Untuk tahun ini, sekitar 22.600 pekerja rentan sudah dianggarkan untuk mendapatkan perlindungan. Ini yang terus kami dorong agar jumlahnya bisa meningkat ke depan," ujarnya.

Akses pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan kini semakin mudah, baik melalui kantor layanan, situs resmi, maupun aplikasi digital. 

"Yang terpenting sekarang adalah bagaimana masyarakat mengetahui dan memanfaatkan program ini," kata Hari.


Kontributor : Yudha

Post a Comment

Terimakasih sudah memberikan komentar anda

Lebih baru Lebih lama