![]() |
| Tumpah ruah pengunjung di pasar Ramadhan Masjid Baiturrahmah, foto:bst, indonesiaterbit |
Bali, Indonesiaterbit.com — Pengurus Masjid Baiturrahmah, Wanasari, menggelar kegiatan Pasar Ramadhan dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 25 hari dan berlokasi di halaman masjid yang berada di Jalan Ahmad Yani, Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, pada Senin (23/02/2026).
Ketua Koordinator Pasar Ramadhan, Marzuki Fathan, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merangkul dan memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang berada di lingkungan Dusun Wanasari. Tidak menutup kemungkinan, UMKM dari wilayah Denpasar lainnya turut ambil bagian. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya penggalangan dana untuk pemasukan kas masjid.
![]() |
| Ketua Koordinator Pasar Ramadhan, Marzuki Fathan, foto:bst, indonesiaterbit |
“Selama bulan Ramadhan ini, pengurus Masjid Baiturrahmah mengkoordinir sekitar 80 UMKM yang ada di Denpasar. Karena antusiasme pelaku UMKM yang cukup tinggi, kami membagi lokasi Pasar Ramadhan menjadi dua area, yakni di sekitar halaman masjid dan di bagian selatan masjid,” ujar Marzuki Fathan.
Pantauan di lokasi menunjukkan beragam stan turut memeriahkan Pasar Ramadhan, mulai dari kuliner hingga otomotif. Ratusan pengunjung terlihat memadati area pasar untuk berbelanja kebutuhan berbuka puasa.
Marzuki menambahkan, setiap pedagang yang berpartisipasi dikenakan biaya sebesar Rp40.000 per hari. Dana tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk kas Masjid Baiturrahmah.
“Biaya ini kami berlakukan sebagai bentuk partisipasi pedagang dalam mendukung kegiatan masjid, sekaligus untuk penggalangan dana kas,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak pengurus memberikan perhatian khusus terhadap kualitas dan keamanan makanan yang dijual. Para pedagang kuliner diimbau untuk tidak menggunakan bahan pengawet maupun pewarna berbahaya, mengingat setiap tahun BPOM turut melakukan pengawasan terhadap makanan yang dijual di Pasar Ramadhan tersebut.
Di akhir keterangannya, Marzuki berharap agar pada tahun-tahun mendatang Pasar Ramadhan dapat diselenggarakan di lokasi yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan Pasar Ramadhan ini bisa ditempatkan di area yang lebih luas agar tidak terjadi penumpukan pengunjung, sehingga kenyamanan berbelanja tetap terjaga dan risiko insiden seperti pengunjung pingsan dapat diminimalisir. Meski demikian, dari pihak pengurus kami tetap melakukan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan,” pungkasnya.


