![]() |
| Suasana layanan sosial kesehatan di Pengungsian, Ist. Indonesia Terbit |
Tapanuli Tengah, Indonesia Terbit - Ratusan pengungsi terdampak bencana banjir dan longsor mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yang bekerjasama dengan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) di lokasi pengungsian, Sabtu, 17 Januari 2026.
Tony Sumampau Sekjen PKBSI mengatakan layanan pemeriksaan kesehatan ini meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan suhu tubuh, konsultasi keluhan kesehatan, serta pemberian obat-obatan dasar sesuai kebutuhan pengungsi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pengungsi dengan kondisi kesehatan khusus menjadi prioritas pelayanan.
Selain pemeriksaan kesehatan, PKBSI dan PMI juga memberikan edukasi kesehatan dan promosi kebersihan kepada para pengungsi, seperti pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan pengungsian, serta pencegahan penyakit menular pascabencana.
Lanjut Tony, dalam giat sosial ini juga turut membuka layanan Dukungan Psikososial (Psychosocial Support/PSS) untuk membantu pengungsi, khususnya anak-anak dan lansia, dalam mengurangi dampak stres dan trauma akibat bencana.
Berbagai aktivitas ringan dan pendampingan dilakukan agar pengungsi tetap memiliki semangat dan rasa aman selama berada di pengungsian.
Tidak hanya itu, kami juga menyediakan layanan Restoring Family Links (RFL) untuk membantu pengungsi yang terpisah dengan anggota keluarganya agar dapat kembali menjalin komunikasi dan menemukan sanak saudara yang terpisah akibat bencana.
Salah seorang warga pengungsi, Anima Gulo (65), menyampaikan apresiasinya atas layanan yang diberikan. “Bukan hanya diperiksa kesehatannya, kami juga diajari cara menjaga kebersihan dan diperhatikan kondisi psikologis kami. Terima kasih kepada PMI yang terus mendampingi kami di pengungsian,” ujarnya.
PMI memastikan seluruh layanan kemanusiaan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa tanggap darurat, sebagai bentuk komitmen membantu meringankan beban pengungsi dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Kontributor : Hilman S
