![]() |
| Jumpa pers pengungkapan kasus pembunuhan di Mekarsari, Jambe, Kabupaten Tangerang, Ist. Indonesia Terbit |
Tangerang, Indonesia Terbit - Misteri penemuan jasad pria di Desa Mekarsari, Jambe, pada Sabtu 27 Desember 2025 kemarin akhirnya terungkap. Dalam waktu dua hari Personel gabungan Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang berhasil menangkap pelaku yang buron ke ke wilayah Serang, Banten.
Korban yang diketahui berinisial AA(19) tewas ditikam oleh temannya sendiri AM(23) akibat perkara hutang.
“Tersangka nekat melakukan aksi itu karena sakit hati ditagih utang Rp1,4 juta oleh korban,” kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, saat melakukan jumpa pers, Jumat 2 Januari 2026.
AM(23) mengaku gelap mata, saat korban AA(19) mengancam akan melaporkannya ke Polisi apabila hutang tidak dibayar. Sehingga pelaku nekat merencanakan aksi pembunuhan dengan berpura-pura mengajak korban ke rumah kerabat untuk mengambil uang.
Kemudian, korban AA(19) akhirnya sepakat mengikuti petunjuk yang diarahkan oleh pelaku AM(23). Mereka berangkat menggunakan sepeda motor dengan posisi korban yang mengendarai.
Namun dalam perjalanan, tersangka meminta korban untuk menghentikan laju kendaraan, dengan alasan hendak buang air kecil. Tersangka juga meminta agar korban mematikan motor.
“Saat korban lengah, tersangka menyerang korban dengan pisau yang telah disiapkan hingga korban akhirnya meninggal dunia,” ujar Kapolres kepada wartawan.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, lalu tersangka AM(23) berupaya menyembunyikan jasad AA(19) di semak rerumputan. Tersangka juga sempat memotong rumput dan ranting-ranting untuk menutupi jasad korban.
Setelah itu, tersangka mengambil barang-barang milik korban yakni, dua unit ponsel, uang tunai Rp3,4 juta, dan sepeda motor. Kemudian, tersangka meninggalkan lokasi tersebut.
Tersangka juga berusaha menghilangkan barang bukti. Motor korban dibuang tersangka dengan cara diceburkan ke danau yang berada di kawasan Puspemkab Tangerang. Setelah itu, tersangka kembali ke rumahnya untuk mengemas pakaian. Kepada keluarga, tersangka pamit selama sebulan dengan alasan hendak menuntut ilmu agama.
“Tersangka kemudian bergerak ke daerah Serang. Di sana tersangka mengontrak tempat tinggal dengan membayar menggunakan uang korban,” kata Indra Waspada.
Tersangka juga membuang salah satu ponsel korban ke aliran sungai di daerah Serang. Sementara ponsel korban satunya, dijual tersangka ke salah satu konter di daerah Serang. Penjaga konter seorang pria berinisial I (23) juga diamankan dengan tuduhan menjadi penadah.
Tak selang lama, tersangka dihubungi keluarganya yang memberi informasi bahwa ada beberapa petugas polisi yang mencari keberadaannya. Pada komunikasi dengan keluarga itu, ibu tersangka menanyakan kejelasan apakah tersangka terlibat atau tidak.
Hal itu yang membuat tersangka memutuskan pulang menggunakan kereta api dari Stasiun Rangkasbitung turun di Stasiun Daru. Sesaat setelah tiba di rumahnya, kami berhasil menangkap tersangka tanpa perlawanan,” ujar Indra Waspada.
Atas perbuatannya, tersangka AM(23) dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP juncto Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup. Sementara terhadap terduga penadah, penyidik akan menerapkan pasal 480 KUHP, setelah proses pemeriksaan selesai. (Red)
