Dampak Pergeseran Tanah, Rumah Hingga Infrastruktur Desa di Sukabumi Rusak Parah

Suasana rumah warga yang ambruk, foto Ist. Indonesia Terbit 

Sukabumi, Indonesia Terbit - Dampak pergeseran tanah, rumah hingga infrastruktur desa rusak parah. Kepala Dusun 2 Desa Bojonggaling, Cecep Subrata, mengatakan pergerakan tanah terus dipantau setiap hari karena kondisinya masih sangat aktif, terlebih hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah tersebut.

Dari keteranganya, situasi pergerakan tanah sebenarnya sudah terjadi sejak 20 November 2025 lalu, namun kondisinya semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir akibat hujan deras yang turun selama dua hari berturut-turut.

"Ini kejadiannya bertahap. Yang tanggal 25 November ada tiga rumah, lalu menyusul lagi sekitar tanggal 30-an, kemudian satu rumah lagi di bagian bawah. Total sekarang delapan rumah (rusak)," katanya.

Selain rumah warga, kata dia, dampak pergerakan tanah juga merusak infrastruktur lingkungan, jalan desa sepanjang kurang lebih 30 meter dilaporkan amblas, bahkan retakan tanah meluas hingga ke area persawahan warga.

"Prediksi kami masih bergerak. Tadi pagi waktu saya berangkat ke kantor desa, jalan belum terlalu dalam. Sekarang saya lihat sudah bertambah dalam lagi," ungkapnya.

Cecep juga menyebut dua rumah lainnya baru terdampak sekitar tiga hari lalu, sehingga pendataan masih terus dilakukan.

Sementara itu, Edi, salah seorang warga terdampak mengabarkan, saat ini sudah ada 10 rumah yang ambruk akibat pergeseran tanah yang terjadi di daerah tempat tinggalnya. 

"Ada 10 rumah yang ambruk. Alhamdulillah selamat. Ada pergeseran tanah," kata dia saat dihubungi Indonesia Terbit, Sabtu 20 Desember 2025.

Ia juga mengatakan, bencana tersebut bukan hanya di desanya saja. Namun, hal serupa juga terjadi di daerah lainnya di Kabupaten Sukabumi.

"Iya banyak daerah lain yang kena (musibah bencana pergeseran tanah -red)," ungkapnya.


Kontributor : Yudha 

Post a Comment

Terimakasih sudah memberikan komentar anda

Lebih baru Lebih lama