![]() |
| Ilustrasi kosmos alam semesta, Ist. Indonesia Terbit |
Indonesia Terbit - Selama ini kita sering mengira bahwa alam semesta yang kita lihat adalah keseluruhan dari segalanya. Padahal kenyataannya, yang bisa kita amati hanyalah alam semesta bagian kecil dari kosmos yang cahayanya sempat mencapai bumi sejak awal waktu.
Di luar itu? Bisa jadi masih ada wilayah yang sama sekali belum dan mungkin tidak akan pernah bisa kita lihat
Alam semesta teramati memiliki diameter sekitar 93 miliar tahun cahaya. Angka ini bukan batas akhir alam semesta, melainkan batas penglihatan kita. Cahaya dari objek yang lebih jauh belum cukup waktu untuk sampai ke Bumi sejak Big Bang terjadi sekitar 13,8 miliar tahun lalu.
Yang membuatnya lebih mind-blowing, alam semesta terus mengembang. Bahkan, bagian yang sangat jauh mengembang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Bukan karena melanggar hukum fisika, tapi karena ruang itu sendiri yang meregang.
Akibatnya, ada wilayah kosmos yang selamanya terputus dari kita, tak peduli seberapa canggih teknologi manusia di masa depan.
Beberapa teori kosmologi menyebut bahwa alam semesta bisa saja tidak terbatas atau bahkan jauh lebih besar ribuan kali dari yang bisa kita amati. Ada kemungkinan bahwa galaksi-galaksi lain terus bermunculan di luar cakrawala kosmik kita. Ada, tetapi tidak terjangkau.
Fakta ini membuat para ilmuwan menyadari satu hal penting: kita hidup di potongan kecil realitas kosmik. Apa yang kita sebut seluruh alam semesta mungkin hanyalah sebuah fragmen dari sesuatu yang jauh lebih luas, misterius, dan belum sepenuhnya bisa dipahami oleh akal manusia.
"Kita bukan pusat alam semesta, bahkan mungkin bukan penontonnya secara utuh"
Sumber : Fakta Dunia
