![]() |
| Tim Gajah Perang Thailand (kostum biru) saat laga Final melawan Vietnam (kostum merah) di Stadion My Dinh, foto Istimewa |
Internasional, Indonesia Terbit - Tim U-22 Thailand mengalami kekalahan di kandang sendiri, kalah dari tim U-22 Vietnam dengan skor 2-3, sehingga hanya meraih medali perak di cabang sepak bola putra pada SEA Games ke -33 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 malam.
Kekalahan ini berarti Thailand gagal meraih medali emas SEA Games untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam tiga edisi terakhir, memperpanjang rentetan nasib buruk mereka di kompetisi pemuda regional ini.
Sebelumnya, di SEA Games ke -31, Thailand kalah dari Vietnam dengan skor tipis 0-1 di pertandingan final di Stadion My Dinh. Di SEA Games ke-32, tim tersebut terus mengalami penurunan performa, menderita kekalahan telak 2-5 melawan Indonesia di pertandingan kejuaraan.
Dan yang terbaru di SEA Games 33, meskipun bermain di kandang sendiri dan memiliki keunggulan signifikan di babak pertama, Thailand tetap tidak mampu mengubah nasib mereka.
Pada pertandingan final di malam tanggal 18 Desember, tim U-22 Thailand memulai dengan percaya diri dan dengan cepat menunjukkan dominasinya, unggul 2-0 atas U-22 Vietnam setelah 45 menit pertama.
Dukungan antusias dari penonton tuan rumah dan penampilan dominan mereka membuat banyak orang percaya bahwa Thailand akan mengakhiri rentetan kekalahan mereka di final SEA Games.
Namun, skenario yang sudah biasa terjadi terulang kembali. Di babak kedua, tim U-22 Vietnam bermain eksplosif, menunjukkan ketahanan dan semangat pantang menyerah mereka.
Para pemain asuhan pelatih Kim Sang-sik mencetak tiga gol beruntun untuk menyelesaikan comeback spektakuler, mengamankan kemenangan 3-2 dan memenangkan medali emas tepat di kandang rival bebuyutan mereka.
Kekalahan ini berarti sepak bola Thailand terus menghadapi kutukan final. Dalam turnamen tim nasional terbaru awal tahun ini (Piala ASEAN), "Gajah Perang" juga kalah dari Vietnam di pertandingan final.
Sumber : Istimewa
